Kebijakan Stiker BBM Membuat Marwah Plt Gubernur Hilang

Pengamat kebijakan publik, Nasrul Zaman, mengapresiasi langkah pelaksana tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mencabut stiker subsidi bahan bakar minyak (BBM). Nova melakukan ini atas desakan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.


"Sejujurnya, begitu surat edaran ini dicabut, marwah gubernur juga hilang. Kebijakan itu benar-benar mempertaruhkan marwah Nova sebagai pimpinan,” kata Nasrul, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Nasrul mengatakan pencabutan itu adalah keinginan rakyat Aceh. Sejak awal dilaksanakan, Juli lalu, kebijakan pemasangan stiker di kendaraan itu menimbulkan polemik. Terutama pada redaksi kata-kata di stiker itu yang dinilai merendahkan martabat rakyat Aceh. Menurut Nasrul, Nova juga harus meminta maaf kepada seluruh rakyat Aceh. Mencabut kebijakan itu saja tidak cukup.

Nasrul juga menilai stiker ini hanya salah satu contoh dari buruknya komunikasi yang dilakukan oleh orang-orang di lingkar kekuasaan. Sering kali, kata Nasrul, mereka menggunakan kata-kata yang kasar yang bermuara pada citra gubernur.

Nasrul mengatakan, akibat dari buruknya komunikasi orang-orang di lingkaran kekuasaan membuat Nova menjadi berjarak dengan rakyat sendiri. Andai saja orang-orang terdekat Nova bijak memberikan saran dan bersikap, tentu saja penerimaan masyarakat terhadap program pemerintah menjadi lebih baik.

"Gubernur harus pilih orang yang kompeten. Memiliki empati dan mampu membahasakan hal itu dengan baik. Dengan demikian, rakyat akan merasa terayomi. Rakyat merasa memiliki pemimpin," kata Nasrul.

Nasrul juga menilai pencabutan surat edaran yang dilakukan Pemerintah Aceh membuktikan buruknya model pengambilan keputusan di tingkat gubernur. Oleh karena itu, Nasrul menilai Nova perlu merombak strategi di dalam Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

"Saya sangat setuju beberapa SKPA diganti. Terutama sekretaris daerah, asisten, dan beberapa pejabat lain. Saya juga menyarankan agar pensus (penasehat khusus) itu dihapus saja,” kata Nasrul.

Nasrul berharap Nova memberikan perhatian terhadap kondisi inni. Apalagi dia akan menjabat sebagai Gubernur Aceh definitif. Pengambilan kebijakan di Provinsi Aceh lebih tepat sasaran dan diterima rakyat. Kebijakan stiker BBM harus jadi pelajaran penting.