Ditransfer Uang Rp 1,9 Miliar, Pemilik Rekening di Bank Mandiri Takengon Mengaku Tak Ingat

Mawardi, pemilik rekening di Bank Mandiri, mengubah pernyataannya. Kemarin malam, lewat percakapan di aplikasi whatsapp, Mawardi mengaku sebagai pemilik nomor rekening yang digunakan sebagai penampung uang Rp 1,9 miliar yang dikirimkan dari Bank Aceh Syariah.


“Uang itu yang saya nggak ingat,” kata Mawardi saat ditanyakan kembali kebenaran uang yang ditransfer dari Bank Aceh Syariah cabang S Parman Medan itu.

Jumlah yang diterima Mawardi, dalam salinan bukti pengiriman, yang diterima rmolaceh.id, sama persis dengan uang yang tertera dalam catatan transaksi di rekening Yusnamurti, warga Medan.

Saat ini, Kepolisian Daerah Aceh mendalami transaksi janggal itu. Apalagi sebelumnya pemilik rekening Bank Aceh Syariah, Yusnamurti, mengakui bahwa dia tidak pernah memiliki uang tersebut.

Usai membuka rekening itu, Yusnamurti tidak langsung menerima buku tabungan, layaknya nasabah bank lain. Buku itu diterima Yusnamurti berbulan-bulan kemudian.

Saat itulah Yusnamurti dan keluarga mengetahui bahwa dalam rekeningnya terdapat uang Rp 1,9 miliar yang mengendap sebelum akhirnya ditransfer utuh ke Bank Mandiri Takengon.

Yusrizal, anak pemilik rekening basah di Bank Aceh Syariah kantor cabang Bank Aceh di Jalan S Parman, Medan, Sumatera Utara, mengaku diperiksa penyidik Kepolisian Daerah Aceh. Penyidik juga memeriksa ibu dan adiknya.

“Benar, kami sudah diperiksa, mereka mengaku dari Polda Aceh,” kata Yusrizal. Yusrizal mengatakan dirinya senang ketika kepolisian mau memulai penyelidikan terkait kasus tersebut.

Yusrizal mengatakan polisi harus serius dan berani mengungkap kasus ini. Yusrizal menilai kasus ini akan tersendat dengan surat yang pernah diteken oleh ibunya, Yusnamurti, selaku pemilik rekening.

Humas Bank Aceh Syariah, Riza, mengatakan pihaknya tidak menutup-nutupi masalah ini. Hingga saat ini Riza memastikan manajemen bersikap kooperatif. “Kami tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku,” kata Riza.