Nyak Sandang, Masjid dan Sumbangan Rp 100

Pemerintah Indonesia akan membangun masjid untuk Nyak Sandang. Masjid ini didisain menyerupai pesawat terbang sebagai bentuk penghargaan kepada jasa Nyak Sandang yang menyerahkan uang hasil penjualan kebun sebesar Rp 100 rupiah untuk membeli pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah 001.


"Tahun 2019 dilakukan perencanaan pembangunan Masjid Nyak Sandang yang melibatkan berbagai kalangan, dan 8 Oktober 2020 kemarin dilakukan penandatangan kontrak," kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh, M Yoga Habibi, Rabu, 14 Oktober 2020.

Masjid Baitussalam Nyak Sandang didesain khusus menyerupai pesawat terbang Seulawah 001. Masjid ini mampu menampung sekitar 940 jamaah. Pembanguan Masjid Nyak Sandang yang dikerjakan kontraktor pelaksana PT Putra Nanggroe Aceh serta Konsultan Perencana oleh CV TaRGet Consultant dengan nilai Rp 34 miliar.

Masjid itu diperkirakan selesai dalam waktu 12 bulan. Seluruh anggaran pembangunan disediakan oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Yoga mengatakan masjid ini sengaja didisain mirip pesawat terbang sebagai bentuk penghargaan terhadap orang yang berjasa membantu Indonesia di masa-masa awal kemerdekaan Indonesia.

Yoga berharap Masjid Nyak Sandang ini menjadi ciri khas wilayah barat Aceh Jaya serta bisa menjadi salah satu tujuan wisata religi dan bukti sejarah pengorbanan rakyat Aceh terhadap kemerdekaan RI.

Selain sarana ibadah, Masjid Nyak Sandang juga dilengkapi berbagai fasilitas lainnya, seperti balai pengajian, perpustakaan, galeri, kios souvenir, ruang kantor pengurus dan fasilitas pendukung lainnya. Masjid ini juga didisain ramah lingkungan dengan menyematkan teknologi listrik tenaga surya dan tenaga angin.

"Mari kita sama-sama ikut menyukseskan pembangunan Masjid Nyak Sandang. Ini adalah permintaan langsung Nyak Sandang kepada Presiden, beberapa waktu lalu,” kata Yoga.