Aparat Kepolisian Serang Relawan Kesehatan Muhammadiyah

Tindak kekejaman oleh kepolisian terhadap sejumlah relawan Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah (MDMC) dikecam. Kekejaman itu dilakukan oleh aparat saat para relawan bertugas memberikan pelayanan kesehatan dalam aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja.


"Empat orang relawan MDMC yang bertugas dengan seragam bertuliskan Relawan Muhammadiyah ditabrak dahulu dengan motor oleh polisi, kemudian dipukul. Setelah terjatuh diseret ke mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang," kata Ketua MDMC, Budi Setiawan, seperti dikutip dari rmol.id, Rabu, 14 Oktober 2020.

Relawan yang diseret ke arah mobil polisi berhasil dilepaskan setelah rekan-rekan mereka meminta polisi untuk tidak membawa mereka. Mereka kemudian dirawat oleh tim Kesehatan Muhammadiyah.

Budi menyesalkan kebrutalan oknum aparat. Para petugas medis MDMC Muhammadiyah, dalam aksi itu, hanya memberikan bantuan pertama terhadap korban, baik itu demonstran, aparat kepolisian atau warga.

“Mereka bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi pihak-pihak yang membutuhkan perawatan. Tidak ada ada pembedaan,” kata Budi.

Budi mengatakan kejadian ini bermula selepas magrib. Saat itu, relawan MDMC berada di depan Apartemen Fresher Menteng yang bersebelahan dengan Kantor PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya. Mereka memantau situasi dan bersiap apabila ada jatuh korban yang harus dievakuasi dan dibantu Tim Kesehatan Muhammadiyah.

Selang beberapa saat datang rombongan Resmob Polda Metro dari arah Hotel Treva (Cikini). Mereka langsung menyerang relawan dan beberapa warga yang ada di halaman Apartemen Fresher Menteng.

"Saat ini empat orang relawan yang berasal dari MDMC Bekasi tersebut dilarikan ke RSIJ Cempaka Putih untuk di tangani lebih lanjut," kata Budi.

Atas insiden kebrutalan oknum aparat tersebut, MDMC PP Muhammadiyah sangat menyesalkan tindakan kekerasan itu dan meminta Polda Metro Jaya menjelaskan atas insiden tersebut.

MDMC aparat kepolisian berlaku profesional dan melindungi relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan. Selanjutnya, kepada segenap relawan Muhammadiyah yang bertugas, agar tidak terprovokasi dan mempercayakan penanganan perkara kekejaman aparat ini kepada pimpinan.

Kemudian, Budi juga meminta semua pihak juga diminta untuk tidak memperkeruh keadaan. Terutama untuk aksi kekejaman dan menghindari pengabaian protokol kesehatan yang berlaku pada pandemi Covid-19 ini.