Angin Rusak Satu Unit Rumah di Aceh Besar

Satu unit rumah rusak di bagian atap akibat diterbangkan angin. Rumah tersebut milik Kamariah 49 tahun, warga Gampong Punie, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.


“Kejadian tersebut tidak terlepas dari kondisi cuaca ekstrim yang dalam dua hari ini kembali menyelimuti sebagian besar wilayah Aceh Besar,” kata Pusdalops BPBD Aceh Besar, Maswani, Senin, 12 Oktober 2020.

BMKG Aceh mencatat saat ini kecepatan angin diperkirakan 10 sampai 60 kilometer per jam bahkan lebih. Hal ini menjadi penanda Aceh memasuki musim hujan. Terdapat konvergensi, yaitu penyatuan massa udara, sehingga massa tersebut menyatu dan mengerucut di daerah Aceh.

Pergerakan angin melambat menumpuk uap air yang membuat awan hujan. Namun dalam dua sampai tiga hari ke depan tidak melihat potensi terjadi angin puting beliung.

Angin puting beliung mensyaratkan cuaca panas di pagi hari tanpa pergerakan angin. Menjelang siang hingga tengah hari, sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, terjadi pertumbuhan awan yang cepat berbentuk seperti bunga kol.

“Awan ini berubah cepat menjadi gelap dan diiringi dengan petir atau guntur. Di Banda Aceh cuaca dari pagi mulai berawan dan mendung. Kondisi ini sulit membentuk angin puting beliung,” kata Zakaria Ahmad, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh.