Sigap Abdya Dukung Rencana Pembentukan Provinsi ABAS

Dewan Pimpinan Daerah Solidaritas Generasi Aceh Perubahan (SIGAP) Aceh Barat Daya, Yuliandrea, mendukung rencana pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS). Isu ini kembali dicuatkan Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Muslizar.


“Suatu momentum yang berharga bagi masyarakat barat selata, dalam proses percepatan aspek pembagunan, dan ekonomi,” kata Yuliandrea, Senin, 28 September 2020.

Memiliki provinsi sendiri, kata Yuliandrea, merupakan impian masyarakat pantai barat selatan. Cita – cita kita untuk pemekaran ABAS ini memang juga pernah digaungkan oleh beberapa tokoh dari barat selatan, beberapa tahun yang lalu.

Sayang, keinginan itu sirna. Padahal, kata Yuliandrea, pemekaran merupakan bagian dari keinginan untuk menciptakan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi. Semua itu, kata Yuliandrea, akan dinikmati oleh masyarakat ABAS.

Pemekaran, kata Yuliandrea, sangat berdampak bagi peningkatan perekonomian. Secara administrasi, kata dia, urusan masyarakat dan birokrasi menjadi lebih mudah. Masyarakat, pemuda dan mahasiswa, kata Yuliandrea, akan memperjuangkan pemekaran secara totalitas.

“Isu pemekaran jangan jadi mainan elit politik menjelang pemillihan kepala daerah. Namun setelah pilkada berlalu, perjuangan itu tidak jelas. Kami menantang keseriusan wabup dalam memperjuangkan hal itu,” kata Yuliandrea.

Yuliandrea mengatakan Aceh memiliki tiga kawasan yang secara regional dan geografis berbeda. Selain itu, ketiga kawasan ini juga memiliki karakteristik sosial-budaya berlainan. Sehingga ketimpangan infrastruktur dan kesejahteraan ekonomi antara ketiga wilayah itu sangat mencolok.

Sebelumnya, kata Yuliandrea, Muslizar, mengaku setuju jika terbentuk Provinsi ABAS. Pemekaran ABAS sangat erat kaitannya dengan rencana pembentukan Provinsi ALA.