Eksponen 98 Puji Sikap DPR Aceh dan Plt Gubernur Aceh Pada Paripurna Interpelasi

Eksponen 98 menilai kehadiran Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pada rapat Paripurna DPR Aceh dalam Rangka Penyampaian Jawaban atau tanggapan terhadap penggunaan hak Interpelasi DPR Aceh merupakan satu bukti lembaga eksekutif dan legislatif di Aceh melaksanakan peran dan tanggung jawab lembaga.


Pada rapat Paripurna DPR Aceh tersebut jelas menunjukkan relasi Eksekutif-Legislatif Aceh berjalan sinergi dengan komitmen dan konsistensi terhadap tugas yang telah diamanahkan oleh rakyat Aceh kepada kedua lembaga ini.

"Pihak DPR Aceh yang dinahkodai oleh Dahlan Jamaluddin, S.IP membuka sidang Paripurna DPR Aceh yang dihadiri oleh 80 persen Anggota DPR Aceh tersebut dengan tenang dan tegas," kata Efendi Hasan, Sabtu, 26 September 2020.

Kemudian, Dahlan menyampaikan alasan DPR Aceh menggunakan hak interpelasi terhadap Plt Gubernur Aceh yang ditandatangani oleh 55 anggota DPR Aceh. Alasan-alasan tersebut meliputi pembatalan MoU proyek tahun jamak, perubahan APBA 2020, pembahasan APBA tahun 2021, sampai kebijakan penanganan covid 2019.

Sedangkan Eksekutif Aceh yang dinahkodai oleh Nova Iriansyah tampil dengan begitu bersemangat dan penuh tanggung jawab menjawab hak interpelasi yang diajukan oleh DPR Aceh. Setelah memberi ucapan pembukaan dan kata penghormatan dalam sidang paripurna DPR Aceh, Plt Gubernur Aceh menyampaikan sikap apresiasi kepada DPR Aceh yang telah menggunakan hak Interpelasi untuk meminta keterangan kepada pihak eksekutif guna melaksanakan fungsi pengawasan DPR Aceh.

Eksponen 98 mengatakan Nova melaksanakan menjawab 16 pertanyaan penting kepada pihak eksekutif secara sistematis, jelas, terukur dan sesuai dengan dasar hukum yang berlaku. Mulai dari persoalan postur anggaran perubahan 2019, dana refocusing sebesar Rp 1,7 triliun menjadi Rp 2.3 triliun, serta penghapusan program kegiatan pembangunan masjid dan meunasah yang belum ada nomenklatur dalam Permendagri.

Effendi juga menilai sidang kemarin berjalan sangat dinamis dan alot. Terutama dalam penyampaian beberapa pertanyaan dan tanggapan dari anggota DPR Aceh setelah Plt Gubernur Aceh menjawab 16 poin penting di depan anggota dewan. Mereka, kata Effendi, saling menghargai, dinamika forum berjalan dalam batas yang wajar, komitmen tinggi dari para pihak.

“Bahkan hingga pukul 23.43 WIB, persidangan tetap berjalan harmonis dan menjunjung etika antara Eksekutif-Legislatif,” kata Effendi.

Effendi berharap keharmonisan dua lembaga ini berlangsung di masa mendatang untuk membangun Aceh hebat, sesuai yang dicita-citakan bersama.