Pegawai Laporkan Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia kepada Kepolisian

Erlizar Rusli, manajer umum PSDM Harian Serambi Indonesia, melaporkan Mohd Din, bosnya, kepada Kepolisian Resor Kota Banda Aceh. Erlizar mengatakan Mohd Din, pemimpin perusahaan Serambi Indonesia, menyerangnya dengan makian.


“Mohd Din mengatakan saya ‘babi.’ Kata-kata itu menyerang pribadi dan harga diri saya. Tidak pantas diucapkan oleh seorang pimpinan,” kata Erlizar, Jumat, 25 September 2020.

Erlizar mengatakan ada hal yang lebih pantas dilakukan, dalam hubungan bawahan dan atasan, saat berada di tempat kerja. Namun Mohd Din, kata Erlizar, lebih suka memaki. Kejadian itu terjadi pada 23 September 2020. Namun sebagai pimpinan, kata Erlizar, Mohd Din sering kali mencari-cari kesalahan.

Kuasa hukum Erlizar, Arief Hamdani, mengatakan tidak sepantasnya seorang pimpinan memaki karyawan. Erlizar, kata dia tanpa menjelaskan maksud, hanya melakukan kesalahan normatif. “Tapi ya, pada waktu itu sudah keterlaluan. Tidak bisa ditolerir,” kata Arief.

Arief mengatakan kliennya melaporkan Mohd Din karena diduga melakukan tindak pidana dengan alat bukti yang cukup. Selanjutnya, ucap Arief, dia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Arief percaya kepolisian akan bersikap profesional dan adil dalam menangani kasus ini.

Mohd Din menolak memberikan keterangan. "Saya no comment dulu." Sementara Kepala Polresta Banda Aceh KBP Tresno Riyanto mengatakan bakal menyelidiki kasus ini. Jika bukti-bukti cukup, kasus ini akan ditindaklanjuti ke tingkat penyidikan. "Kalau tidak cukup bukti, ya, dihentikan."