Di Gedung Parlemen Aceh, Nova Jelaskan Kebijakan Stiker dan Masker

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan kebijakan menempel stiker di kendaraan roda empat adalah langkah mengurangi antrean kendaraan saat mengisi bahan bakar. Selama ini, antrean yang mengular mengganggu ketertiban umum dan meresahkan pengguna jalan.


Pernyataan ini disampaikan menjawab pertanyaan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh pada sidang paripurna di Gedung Parlemen Aceh, Jumat, 25 September 2020. Berdasarkan fakta di lapangan, kata Nova, antrean konsumen dalam pengisian premium dan solar subsidi terjadi di hampir seluruh SPBU di Aceh.

“Program ‘stikering’ ini juga bertujuan untuk melindungi kepentingan konsumen dan sebagai sarana edukasi secara moral bagi konsumen yang layak menggunakan premium dan solar subsidi,” kata Nova.

Saat ini, kata Nova, Aceh mendapat BBM jenis premium sebanyak 190.685 kiloliter dan solar subsidi sebanyak 358.917 kiloliter. Nilai ini masih berada di bawah usulan Pemerintah Aceh yang meminta jatah premium sebanyak 192.723 kiloliter dan solar sebanyak 395.381 kiloliter.

Menggunakan stiker dengan kata-kata khusus, kata Nova, bertujuan untuk menggugah moral masyarakat yang memiliki mobil mewah atau kendaraan pengguna bahan bakar RON tinggi agar tidak menggunakan premium dan solar. Nova mengatakan, hal ini tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Terkait pengadaan dan pemasangan stiker, peluncuran serentak di 126 SPBU seluruh Aceh, biaya sosialisasi di media dan fasilitas lainnya, tidak menggunakan dana APBA. Semua dibiayai oleh PT Pertamina,” kata Nova. Dan kini, kata Nova, tak ada lagi antrean panjang. Nova juga mengklaim sebagian besar masyarakat pengguna kendaraan premium dan solar subsidi mendukung kebijakan itu.

Terkait kebijakan Gebrak Masker Aceh, Nova mengatakan langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran covid-19. Nova mengatakan tindakan ini diambil berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri dan instruksi Presiden Joko Widodo langsung kepada Plt. Gubernur di Aceh.

Untuk itu, kata Nova, pada 25 Agustus 2020, Pemerintah Aceh mendistribusikan 1 juta masker kepada masyarakat Aceh. “Tembusan suratnya turut disampaikan kepada Ketua DPRA," kata Nova.