Dinilai Gagal Jalankan Titah Jokowi, Aksi Tuntut Mundur Erick Digelar di 25 Provinsi

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir, dinilai gagal menjalankan tugas dari Presiden Joko Widodo. Sebagai Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid 19, Erick dinilai tak mampu menjalankan tugas.


“Sudah lebih dari 4.000 pekerja BUMN di PHK sementara ratusan karyawan lainnya berbulan bulan gaji tidak dibayar, belasan ribu karyawan BUMN yang masih bekerja gajinya dipotong dan tidak dibayar utuh,” kata kata Akhmad Yuslizar, presidium Forum Demokrasi Banten (Fordem), dalam keterangan tertulis, Senin, 21 September 2020.

Erick dinilai menjadi dalang kerugian sejumlah BUMN. PT Pertamina sebesar Rp 11 triliun. Laba PGN juga ambruk 87 persen. Sementara PT Garuda Indonesia merugi Rp 10 triliun, PT KAI merrugi Rp 1,3 triliun, PT Antam, PT PLN, PT Angkasa Pura 1 dan 2, E-Comerce Blanja.com di tutup dan masih banyak yang lainnya.

Kegagalan Erick Thohir memimpin BUMN semakin sempurna dengan bertambahnya utang BUMN dan di bentuknya struktur jabatan yang tidak efisien dan boros seperti staf khusus direksi bergaji Rp 50 juta per bulan. Uang BUMN juga harus tersedot untuk menggaji penasehat Rp 25 juta per bulan. Jumlah mereka, kata Akhmad, mencapai ribuan orang.

Penempatan ribuan Direksi dan Komisaris yang tidak transparan dengan penilaian kemampuan yang sangat subjektif serta beraroma koncoisme juga memperparah kondisi BUMN serta membuat BUMN semakin tidak profesional.

Rangkap jabatan di masa Erick Thohir meningkat 100 persen menjadi 564 orang. Padahal kebijakan itu bertentangan dengan 7 UU dan 2 Peraturan Pemerintah.

Erick juga gagal menyelamatkan nyawa karena dinilai tak cakap dalam menangani penyebaran dan dampak covid-19. Indonesia juga berada dalam jurang resesi dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran minus 7 persen.

“Pengangguran bertambah, keresahan meningkat, konflik sosial antarkelompok dengan beragam sebab marak di berbagai tempat antara terjadi, seperti di Kendari, Pati, Gorontalo, Pekalongan, Palalawan, Sidoarjo, Ciamis, Samarinda, Ciracas, Mamberamo, Maluku Tengah, Bekasi, Wamena, Jambi, Tangerang, Ciledug dan banyak lagi, kata Akhmad.

Untuk itu, besok, sejumlah elemen akan menggelar aksi serentak di 25 provinsi. Mereka berharap Erick mundur atau dimundurkan oleh Presiden Jokowi.