Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat. Foto: ist.

rmolaceh Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, Jawa Tengah, menjatuhkan vonis hukuman kepada Totok Santos, 43 tahun; dan Fani Aminadia, 42 tahun. Keduanya dinyatakan bersalah karena dianggap telah menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

Totok dan Fani lebih dikenal dengan julukan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat. Sejak mendeklarasikan diri sebagai raja, Toto mengeluarkan titah yang harus dipatuhi pengikut. Mulai setoran uang hingga kirab berkuda. Pengikut yang melanggar akan dicap sebagai teroris dan akan mendapatkan malapetaka.

Kepolisian menangkan Toto dan Fani bersama sejumlah atribut yang digunakan sebagai pernak-pernik kerajaan, seperti tombak, trisula, bendera, lembar perjanjian dalam pigura, dan kartu anggota. Namun saat hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap Totok dan 1 tahun enam bulan penjara kepada Fani, keduanya langsung tertunduk lesu. Fani berulang kali menyeka air mata di wajahnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Masruri Abdul Aziz akan melakukan banding terhadap keputusan ini. Mereka menilai vonis untuk Fani Aminadia belum mencapai 2/3 dari tuntutan JPU, yaitu 6 tahun penjara. “Kami akan memaksimalkan waktu pikir-pikir. Jika ada petunjuk dari pimpinan kami akan upaya hukum banding. Maksimal tanggal 18 September,” kata Aziz.

Upaya banding pun bakal dilakukan kuasa hukum terdakwa terdakwa Totok Santoso, Muhammad Sofyan. “Kami akan berkoordinasi dengan klien apakah akan banding atau tidak,” kata Sofyan.

Dalam sebuah jumpa pers, di awal-awal “kebangkitan” kerajaan ini, Totok mengatakan dia dan Sri Maharatu Jawa kembali ke Jawa untuk menunaikan janji 500 tahun dari runtuhnya Kerajaan Majapahit pada 1518.

Totok juga mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia dengan dalih bahwa tatanan di dunia ini terbesar adalah kekaisaran dan terkecil adalah berbentuk republik. Keraton Agung Sejagat, kata Totok, memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa, memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN).

Totok juga menyebut Keraton Agung Sejagat memiliki International Court of Justice dan Defense Council. Pentagon, markas besar militer Amerika Serikat, adalah Dewan Keamanan Keraton Agung Sejagat, bukan milik Amerika.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here