A Alfin Andrian, tersangka penikam Syekh Ali Jaber. Foto: ist.

rmolaceh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung menyatakan tak memiliki arsip rekam jejak A Alfin Andrian, 24 tahun, penusukan Syekh Ali Jaber. M Rudi, ayah Alfin, mengklaim anaknya mengalami gangguan jiwa dalam empat tahun terakhir.

“Sudah mengecek dan tak menemukan arsip berobat atas nama A Alfin Andrian,” kata Kepala Bagian Humas RSJ Provinsi Lampung, David, Senin, 14 September 2020. Terkait klaim yang menyebut Alfin pernah berobat di Unit Gawat Darurat rumah sakit itu, David berharap pihak keluarga datang dan menjelaskan kepada manajemen rumah sakit perihal tersebut.

David mengatakan rumah sakit mengobservasi perilaku pelaku untuk mengetahui klaim gangguan jiwa yang dilontarkan orang tua pelaku. Hingga saat ini, belum dapat disimpulkan hasil pemeriksaan tersebut. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan, kata David, pelaku harus dibawa ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan lebih dalam.

Ali Jaber, yang saat ini kondisinya berangsur membaik, tak menerima jika penusuknya dianggap gila. Menurut dia, pelakunya orang terlatih. Pelaku bahkan berusaha mencabut mata pisau yang dan tertancap di bahu kanan luar Ali Jaber.

Ali Jaber mengatakan pelaku menargetkan leher. Atas pertolongan Allah, kata Ali Jaber, ada gerakan refleks yang mengangkat bahu melindungi lehernya. “Karena yang bersangkutan ini terlatih, pasti ada dalang atau orang di belakangnya yang menyuruh, Wallahu a’lam bisshawaab (hanya Allah yang tahu kebenarannya),” kata Ali Jaber.

Ali Jaber berharap hukum dapat ditegakkan dan aparat keamanan berlaku amanah dan jujur. Karena saat ini, kata Ali Jaber, rakyat yang prihatin atas kejadian ini menaruh kepercayaan tinggi terhadap kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut. Ali Jaber mengatakan pengungkapan kasus ini bukan karena dia yang menjadi korban.

Dengan terungkapnya pelaku, dia berharap, tak ada lagi kiai, penceramah, ustaz, atau ulama, yang menjadi target pembunuhan. Percobaan pembunuhan yang dialami Ali Jaber terjadi saat dia mengisi sebuah pengajian di halaman Masjid Falahudin, Bandarlampung, Ahad lalu.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here