Kebijakan Penanggulangan Dampak C-19 Harus Menyeluruh

Pemerhati kebijakan publik, Nasurl Zaman, meminta agar pembatasan-pembatasan aktivitas warga terkait penyebaran covid-19 tidak dilakukan terpisah. Pembatasan sosial harus juga diikuti dengan pemberian jaring pengaman sosial.


“Pembatasan-pembatasan tersebut pasti berdampak terhadap pendapatan masyarakat, namun di sisi lain, pemerintah juga harus melakukan pembatasan dengan alasan kesehatan. Saya berharap, keduanya bisa berjalan seimbang,” kata Nasrul kepada rmolaceh.id, Senin, 14 September 2020.

Nasrul menilai saat ini Aceh harus menerapkan pembatasan sosial, seperti membatasi jumlah pengunjung warung kopi atau kafe. Apalagi saat ini, jumlah penderita menembus angka 2.000 kasus. Jika dibiarkan, ledakan penularan akan sangat menyulitkan pemerintah untuk menangani, terutama dari sisi kesehatan.

Nasrul berharap pemerintah dapat bersikap tegas dan tidak membiarkan keinginan masyarakat menekan kebijakan untuk mencegah penyebaran virus corona. Saat ini, banyak masyarakat yang tidak memahami seberapa besar ancaman penyebaran virus ini dalam kehidupan sehari-hari.

“Mungkin karena mereka, atau keluarga mereka tidak tertular. Kalau mereka merasakan apa yang dirasakan warga lain yang tertular, mungkin pandangan mereka terhadap pentingnya membatasi gerak sosial, menggunakan masker atau mencuci tangan, akan lain cerita,” kata Nasrul.

Di sisi lain, kata Nasrul, kondisi ini juga mencerminkan kegagalan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Karena itu, Nasrul meminta agar Pemerintah Aceh lebih mendorong peran imam masjid dan pemuka kampung menyerukan warga untuk bertindak secara benar dalam menghadapi pandemi ini.

Nasrul juga berharap agar Pemerintah Aceh segera mengaktifkan pengecekan secara massal. Apalagi saat ini, jumlah penderita setiap hari, rata-rata, mencapai angka 100 kasus. Dua laboratorium bergerak dan dua laboratorium milik Universitas Syiah Kuala dan Balitbangkes harus dapat dioptimalkan.

“Pemerintah Aceh seharusnya melakukan tes swab massal 2.000 sampel per hari agar penyebaran bisa dilokalisasi. Kemudian memberikan bantuan kepada warga yang terdampak secara ekonomi dengan memberikan sembako secara merata,” kata Nasrul.