Pengungsi etnis Rohingya di Lhokseumawe. Foto: ajnn.net.

rmolaceh Senuwara Begum, 19 tahun, pengungsi asal Rohingya, meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM), Lhokseumawe, Jumat, 11 September 2020, dinihari. Dia merupakan pengungsi Rohingya ketiga yang meninggal dunia di Lhokseumawe dalam tiga hari terakhir. 

“Demam tinggi. Juga ada sesak napas. Sore kemarin langsung dilarikan ke Rumah Sakit (dari BLK) untuk perawatan,” kata Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Marzuki.

Marzuki mengatakan jenazah Senuwara dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuta Blang, Lhokseumawe, sore tadi, tak jauh dari lokasi pemakaman dua pengungsi yang meninggal dunia sebelumnya, Hilal dan Nur Khalimah.

Marzuki mengatakan saat ini Pemerintah Kota Lhokseumawe beserta instansi terkait meningkatkan pengawasan kesehatan di pos pengungsi Rohingya. Marzuki berharap, para pengungsi segera mendapatkan bantua medis yang mereka butuhkan saat sakit.

Sementara jika ada pengungsi yang sakit berat, pemerintah kota akan membawa mereka ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih intensif.

Marzuki juga membenarkan ada seorang pengungsi Rohingya yang kembali ke penampungan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe. Imigran itu bernama Jannatarah, 26 tahun.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here