Bangkai gajah yang ditemukan di kebun milik warga Kecamatan Mila, Pidie, Aceh. Foto: ist.

rmolaceh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Agus Arianto, mengungkapkan kabar kematian seekor gajah jantan di Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie. Gajah itu ditemukan tergeletak di sebuah kebun milik warga.

“Penyebab kematiannya masih kita selidiki,” kata Agus, Rabu, 9 September 2020. Agus mengatakan gajah itu berusia sekitar 30 tahun. Warga di sekitar lokasi bangkai gajah, kata Agus, mengungkapkan belakangan ini kebun mereka dirusak oleh gajah liar.

Laporan tersebut disampaikan oleh warga Mila kepada petugas di CRU Mireum. Agus berharap hasil otopsi terhadap gajah ini segera terungkap untuk mengetahui penyebab kematian.

Kecamatan Mila adalah satu dari tiga kecamatan di Pidie yang kerap menjadi lokasi konflik antara manusia dan satwa liar. Dua kecamatan lain adalah Geumpang dan Keumala. Di tiga kecamatan ini, BKSDA mencatat hampir setiap hari terjadi konflik tersebut.

Sepanjang 2020, sekitar sembilan ekor gajah mati di Aceh. Kematian terbanyak terjadi di Aceh Jaya. Gajah-gajah itu mati di areal hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit. Lima di antaranya hanya menyisakan tulang belulang. Satu ekor yang ditemukan berkelamin jantan.

Sedangkan Aceh Timur terjadi dua kasus kematian gajah betina. BKSDA juga mencatat bahwa dalam enam tahun terakhir, terjadi 398 kasus konflik gajah di Aceh. Data tersebut diperoleh sejak 2016 hingga Agustus 2020.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here