Pengungsi etnis Rohingya di Lhokseumawe. Foto: ajnn.net.

rmolaceh Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Lhokseumawe, Marzuki, mengatakan belum mengetahui keberadaan lima imigran asal Rohingya yang melarikan diri dari penampungan. Hingga saat ini, pemerintah masih mencari mereka.

“Kita juga sudah sampaikan kepada masyarakat jika melihat ke lima orang itu agar diberi info ke posko pengungsi Rohingya,” ujar Marzuki, Selasa, 8 September 2020.

Marzuki mengatakan pengungsi yang kabur dari penampungan adalah perempuan. Mereka adalah Dilkayas 28 tahun, Jannatarah (26), Setarah Bigum (18), Rumana Aktor (7), dan Jasmi (7).

Sementara 296 orang–sebelumnya dikabarkan 295 orang–imigran yang terdampar di Pantai Ujong Blang, Lhoksemawe, dalam kondisi sehat. Mereka, kata Marzuki, akan menjalani rapid tes covid-19. Rombongan itu terdiri dari 181 perempuan dewasa, 101 laki-laki dewasa, dan 14 anak-anak laki-laki dan perempuan.

Marzuki mengatakan saat ini para pengungsi Rohingya tersebut berada di beberapa tenda yang didirikan Pemerintah Kota Lhokseumawe di areal Balai Latihan Kerja (BLK), di Desa Mee Khandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

“Kita pisahkan laki-laki dan perempuan. Kemarin sore mulai dilakukan rapid test sebanyak 140 orang dan hasilnya nonreaktif semua. Selebihnya saat ini sedang berlangsung rapid tes tapi belum ada hasil,” kata Marzuki.

Menurut Marzuki, 296 orang etnis Rohingya tersebut belum bisa digabungkan dengan pengungsi Rohingya gelombang pertama lantaran dianggap belum steril. Marzuki juga membenarkan bahwa ada satu pengungsi yang dirawat di rumah sakit karena mengalami sesak napas. Menurut Marzuki, gangguan pada pernapasan itu terjadi akibat kelelahan setelah berlayar lebih dari tujuh bulan. Saat ini, kondisi pengungsi itu membaik.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here