Gedung KPK.

rmolaceh Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri, menegaskan bahwa lembaganya tidak akan menunda proses hukum terhadap siapapun. Termasuk terhadap perkara yang melibatkan para calon kepala daerah yang akan berlaga pada pilkada serentak 2020.

“KPK yakin proses hukum di KPK tidak akan terpengaruh oleh proses politik tersebut. Proses hukum di KPK sangat ketat, syarat dan prosedur penetapan tersangka, penahanan dan seterusnya melalui proses yang terukur, berdasarkan kecukupan alat bukti dan hukum acara yang berlaku,” kata Ali dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2020.

Karena itu, KPK mendorong masyarakat agar selektif menentukan pilihan calon kepala daerah. Ali mengatakan beberapa program pencegahan terkait pilkada sudah disiapkan KPK, antara lain pembekalan untuk calon kepala daerah, penyelenggara dan edukasi untuk pemilih.

Sikap ini berbeda dengan arahan Kepala Kepolisian RI Idham Azis. Akhir Agustus lalu, Idham mengeluarkan kebijakan untuk menunda penyelidikan dan penyidikan terhadap seluruh calon kepala daerah yang terjerat kasus pidana. Langkah ini diambil untuk menghindari konflik kepentingan dan pemanfaatan lembaga itu untuk kepentingan politik.

“Paslon (pasangan calon) yang sedang bermasalah hukum kalau polisi lakukan pemeriksaan bisa dituduh tidak netral. Itu yang kita hindari,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Argo menegaskan ini hanya bersifat menunda. Proses hukum dilanjutkan kembali setelah tahapan pemilihan kepala daerah tuntas. Kapolri, kata Argo, menegaskan apabila ada anggota atau penyidik yang melanggar hal tersebut bakal diberikan sanksi dengan diproses secara disiplin maupun kode etik.

Meskipun begitu, dalam telegram tersebut juga mengatur soal aturan tersebut tidak akan berlaku kepada peserta Pilkada yang diduga melakukan tindak pidana pemilihan, tertangkap tangan, mengancam keamanan negara, dan mereka yang terancam hukuman seumur hidup serta mati.

Apabila peserta Pilkada melakukan tindak pidana sebagaimana hal tersebut, Kapolri memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengusutan, penyelidikan dan penyidikan secara tuntas.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here