Dahlan Jamaluddin dan Muhammad Kadafi. Foto: ist.

rmolaceh Pertemuan antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, Muhammad Kadafi, dengan Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin, di Jakarta, menyepakati sejumlah isu. Terutama terkait isu Aceh, kepemudaan dan olahraga.

“Pertemuan kami membahas soal Aceh. Terutama berkenaan tentang generasi muda masa depan Aceh. Bagaimana kita memantik generasi milenial Aceh agar berjiwa responsif dan progresif,” kata Kadafi, putra Aceh yang terpilih menjadi anggota DPR-RI dari Partai PKB di Provinsi Lampung, Rabu, 12 Agustus 2020.

Dalam pertemuan dua “aneuk nanggroe” itu, Dahlan meminta Kadafi mendorong pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh-Sumut, 2024 mendatang, berjalan lancar. Kepada Dahlan, Kadafi menyambut menyarankan agar Aceh mulai merancang venue-venue olahraga yang berkesinambungan dengan dunia pariwisata dan pendidikan.

Kadafi berjanji akan terus mengawal rencana PON Aceh-Sumut ini.
Misalnya, kata Kadafi, pembangunan stadion-stadion yang terkoneksi dengan sekolah-sekolah atau perguruan tinggi. Menurut Kadafy, konektifitas itu akan sangat menguntungkan bagi perkembangan atlet Aceh dan dunia pendidikan.

Dari sisi pariwisata, kata Kadafi, Aceh harus memiliki venue pacuan kuda yang berpotensi menarik minat wisatawan. Menurut dia, masih banyak lagi ide-ide menarik untuk dibangun di Aceh.

Kadafi juga mengatakan kepemimpinan di Aceh memang sudah saatnya berada di tangan anak muda. “Seperti Ketua DPR Aceh ini, kan masih muda. Ini salah satu contoh regenerasi yang bagus di politik Aceh. Sehingga kita berdiskusi pun bisa enak, dan banyak hal yang seirama yang kita bahas,” kata Kadafi.

Dalam diskusi ini, mereka merencanakan program membangun persatuan berbagai komponen Aceh. Menurtu Kadafi, wajah Aceh itu tercermin dari persatuan berbagai komponen Aceh. Apakah karakter kita itu kuat atau lemah, semua bergantung pada bagaimana persatuan masyarakat Aceh.

“Selain itu pemimpin yang memang benar-benar pemimpin adalah pemimpin yang berpikir untuk memajukan daerah dan menyejahterakan rakyatnya,” kata Kadafi.

Kadafi juga mendorong agar seluruh generasi muda Aceh untuk responsif dan juga progresif, dalam merespons hal yang baru. Hal itu dapat terwujud jika masyarakat mengubah mental dan prilaku serta cara berpikir.

“Saya berkeyakinan, di satu sisi covid-19 ini adalah masalah, namun pastinya selalu ada peluang pasca covid-19. Akan banyak sektor industri yang tumbuh. Basis pangan menjadi satu peluang di saat wilalah produksi di dekatkan dengan pangsa pasarnya. Tinggal instrumen bisnisnya mau yang bagaimana,” kata Kadafi.

Dahlan mengaku sepakat dengan Kadafi. Menurut politikus Partai Aceh ini, semua pemangku kepentingan di Aceh harus bersatu dan bersinergi, bahu membahu, membangun Aceh.

“Bonus demografi harus menjadi nilai plus bagi Aceh, dunia pendidikan harus kita tingkatkan gairahnya, sebab dari sanalah inti pengembangan Aceh,” kata Dahlan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here