Akmal Ibrahim. Foto: ist.

rmolaceh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat Daya, Nurdianto, mendukung langkah Bupati Akmal Ibrahim menutup sementara sejumlah layanan di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan. Dia berharap agar tindakan ini dapat menjadi solusi jangka pendek untuk memastikan layanan kesehatan di Abdya tetap berjalan.

“Memang berat karena rumah sakit merupakan pelayanan vital terhadap masyarakat,” kata Nurdianto, Senin, 3 Agustus 2020. “Tapi kalau langkah ini tidak diambil oleh pemerintah sangat berbahaya juga untuk Kabupaten Abdya.”

Penutupan itu akan berlangsung selama 14 hari. Langkah ini dilakukan karena melonjaknya jumlah pasien covid-19. Kemarin, 21 orang di Abdya dinyatakan positif C-19. 15 di antaranya adalah tenaga kesehatan.

“Atas pertimbangan yang sangat teknis, untuk jangka waktu 14 hari ke depan, RSUTP harus saya tutup sebagian,” kata Bupati Abdya, Akmal Ibrahim.

Untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), apotek, ruang haemodalisa, Unit Transfusi Darah (UTD), dan Ruang Isolasi Khusus (RIK) Covid-19 tetap buka seperti biasa. Akmal meminta agar Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya menyampaikan ke seluruh Puskesmas untuk merawat pasien secara intensif di tempat masing-masing.

Puskesmas tidak lagi merujuk pasien ke RSU Teungku Peukan sampai Akmal mengeluarkan pemberitahuan selanjutnya. Untuk pasien yang memerlukan obat-obatan khusus, seperti TB-MDR, obat jantung, obat diabetes millitus, obat epilepsi, dan lain-lain, tetap akan dilayani setiap Rabu.

Sementara untuk pasien bersifat darurat, yang memerlukan rujukan, maka akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Rujukan tersebut harus melalui Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya.

Akmal juga mengingat masyarakat agar tetap semangat, jangan panik dan takut. Namun, harus selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Sebelumnya, sejumlah rumah sakit di Aceh melakukan hal yang sama. Mereka berusaha melindungi petugas kesehatan yang sebagian besar, kini, tertular C-19. Bahkan manajemen Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin meminjam ruangan di Asrama Haji Banda Aceh sebagai ruang isolasi khusus tenaga medis.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here