Ilustrasi: Digit

rmolaceh Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Endang Mutiawati, mengatakan saat ini didirikan dua tenda di depan unit gawat darurat (UGD). Di tenda ini, petugas melakukan screening awal untuk memastikan pasien bebas covid-19.

“Kalau dicuriga covid-19, langsung kita bawa ke IGD covid,” kata Endang Mutiawati, beberapa waktu lalu.

Hal ini dilakukan untuk melindungi tenaga medis dan pasien yang berada di rumah sakit itu. Endang berharap, langkah ini efektif dalam menekan penyebaran corona di rumah sakit.

Menurut Endang, sesuai standar yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan, daerah yang dianggap menjadi tempat penularan telah disterilkan kembali. Endang berharap seluruh tenaga medis yang menjalani isolasi mandiri segera pulih dan dapat segera bertugas.

Dua hari lalu, sejumlah tenaga medis dan nonmedis di Rumah Sakit Zainoel Abidin dinyatakan tertular covid-19. Mereka yang tertular corona adalah tiga dokter yang mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bagian Paru di RSUDZA dan 10 perawat di perawatan Aqsa 1.

Selain itu, di Instalasi Gawat Darurat (IGD), lima orang terkonfirmasi positif C-19, yaitu empat perawat dan satu pendorong pasien. Semua pasien di ruang Aqsa satu diisolasi. Ruang Aqsa satu merupakan ruang untuk pasien yang didiagnosa pneumonia.

Selain itu, saat ini masih ada empat orang pasien yang positif C-19 di ruangan tersebut. Mereka tetap tetap ditempatkan di sana karena tak ada ruang pengganti.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here