Muhammad Nasir. Foto: ist.

rmolaceh Pengamat ekonomi Universitas Syiah Kuala, Muhammad Nasir, mengatakan Aceh perlu melakukan transformasi struktur ekonomi. Selama ini, perekonomian Aceh masih didominasi sektor pertanian.

“Sektor pertanian memberikan kontribusi yang dominan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Aceh,” kata Nasir, Senin, 27 Juli 2020. Menurut Nasir, di masa mendatang, Pemerintah Aceh perlu mempersiapkan sektor industri dan jasa untuk memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Aceh.

Untuk mendukung proses transformasi struktural ekonomi, investasi dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun-Lhokseumawe dinilai Nasir akan sangat membantu transformasi ini. Bahkan, kata Nasir, KEK Arun-Lhokseumawe berpotensi menjadi pendorong munculnya industri lain dan berkembangnya sektor perdagangan, keuangan, dan jasa.

“Pemerintah Aceh juga perlu lebih banyak menggali dan meningkatkan potensi investasi domestik sebagai komplemen dari investasi luar negeri,” kata Nasir. Dia juga mengatakan pengeluaran pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh perlu lebih difokuskan untuk menguatkan infrastruktur penunjang industri.

Nasir menilai Pemerintah Aceh perlu lebih mengoptimalkan kinerja KEK Arun-Lhokseumawe dan mengintensifkan pembangunan infrastruktur di areal tersebut. Nasir memperkirakan kawasan industri ini akan sangat berkaitan dengan banyak sektor perekonomian di Aceh.

Jumat pekan lalu, pelaksana tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta dukungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mendorong perkembangan KEK Arun-Lhokseumawe. Nova berharap dukungan pemerintah pusat ini mempercepat investasi di kawasan ini.

Dalam pertemuan itu, Nova juga menyinggung masalah aset lahan yang saat in masih dikuasai pemerintah pusat dan sejumlah permasalahan yang melibatkan empat sindikasi pengelola KEK Arun-Lhokseumawe: PT Pelindo, PT Pertamina, PT Pembangunan Aceh (PEMA), dan Pupuk Iskandar Muda (PIM).

“Kita butuh masalah-masalah ini segera selesai. Aceh butuh investasi untuk mendongkrak pendapatan daerah dan mempercepat pergerakan ekonomi di tengah covid-19,” kata Nova.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here