Banyak Pekerja Asing Masuk Tanpa Izin Kerja ke Aceh

Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) M Rizal Falevi Kirani menilai pengawasan dan koordinasi antardinas terkait tenaga kerja asing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 Nagan Raya lemah. Banyak pekerja masuk tanpa izin kerja.


"Termasuk dengan imigrasi," kata Falevi Kirani, Jumat, 24 Juli 2020. Dampaknya terlihat saat ditemukan sejumlah warga asing yang bekerja di PLTU itu tanpa mengantongi izin resmi. Mereka masuk ke Aceh tanpa dokumen kerja resmi.

Saat ini terdapat 22 tenaga kerja asal Cina yang bekerja di proyek itu. Hingga batas akhir pengurusan izin, hari ini, hanya dua pekerja yang merampungkan izin. Sisanya masih dalam proses pengurusan.

Untuk itu, kata Falevi, pihak terkait harus melaporkan jumlah dan kondisi tenaga kerja asing secara rutin. Dia juga meminta agar dinas berkoordinasi dengan imigrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).

"Masih ada hal-hal yang harus segera diperbaiki. Khususnya dalam konteks ketenagakerjaan. Harus ada syarat dan ketentuan. Misalnya jenis pekerjaan apa saja yang tidak ada sumber daya manusianya di Aceh sebelum mengambil tenaga kerja dari luar,” kata Falevi.

Politikus Partai Aceh, Tarmizi, meminta investor memberikan pekerjaan kepada masyarakat lokal dan masyarakat yang menetap di sekitar lokasi proyek. Dengan demikian, upaya pengentasan kemiskinan di Aceh akan berjalan.

Tarmizi mengingatkan agar investor tidak fokus kepada tenaga kerja asing. Kecuali untuk bidang tertentu yang tak bisa dilakukan oleh tenaga kerja lokal. “Tolong dilatih tenaga kerja lokal. Jangan sampai terjadi kecemburuan sosial,” kata Tarmizi.

Menurut Tarmizi, pengangguran dan kemiskinan di Aceh terus meningkat. Hal ini membuktikan ketersediaan lapangan kerja sangat terbatas. Ironinya, di saat yang sama, pekerja asing terus masuk dan dengan mudah mendapatkan pekerjaan.

Dalam kesempatan itu, Chim, dari PT Meulaboh Power Generation, meminta maaf kepada seluruh stake holder terkait perizininan tenaga kerja asing di perusahaannya. Chim mengatakan, tenaga kerja asing di PT MPG berjumlah 80 orang.

Sebanyak 40 orang di antaranya belum mempunyai izin, karena terkendala pandemi covid-19. "Mungkin setelah Idul Adha mereka sudah dapat izin kerja," kata Chim.