Kapal ferry yang melayani penyeberangan orang, kendaraan dan barang, dari dan ke Sabang. Foto: Irfan Habibi/RMOLACEH

rmolaceh Pengamat Kebijakan Publik, Sofyan M Saleh, menilai harga tiket pelayaran Sabang-Banda Aceh, entah itu menggunakan kapal ferry atau kapal cepat masih terlalu mahal. Padahal, dengan ongkos yang lebih rendah, pemerintah mendapatkan keuntungan dari lalu lintas penduduk dari Banda Aceh ke Sabang dan sebaliknya.

“Tarif transportasi laut di Pelabuhan Ulee lhee, Kota Banda Aceh ke Balohan, Sabang, perlu dikaji ulang,” kata Sofyan, Sabtu, 11 Juli 2020.

Perjalanan dari Pelabuhan Ulee Lhee ke Balohan berjarak 16 mil laut. Jarak ini ditempuh sekitar tiga jam menggunakan kapal lamban dan sekitar 45 menit menggunakan kapal cepat. Tarif untuk satu penumpang dalam sekali pelayaran kapal ferry mencapai Rp 31 ribu. Sementara untuk penumpang kapal cepat bervariasi dari Rp 65 ribu sampai Rp 80 ribu.

Tarif ini, kata Sofyan, harusnya disubsidi oleh pemerintah. Khususnya untuk para penumpang kapal ferry atau kapal lambat. Sehingga para penumpang, yang umumnya berasal dari kelompok menengah ke bawah, bisa lebih menghemat pengeluaran.

Penelitian tiga mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Arini, Renni Anggraini, Muhammad Isya, yang diterbitkan dalam Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan tentang kemampuan membayar tarif kapal cepat dan kapal lambat dari dan ke Sabang pada 2018, menyebut tarif dua jenis kapal yang berlayar dari Banda Aceh ke Sabang dan sebaliknya harus dijual lebih murah.

Hasil perhitungan nilai kemampuan membayar (ability to pay) tarif kapal cepat sekitar Rp 42 ribu dari harga Rp 80 ribu dengan tarif ideal sekitar Rp 56 ribu. Sementara untuk kapal lambat, rata-rata kemampuan masyarakat membeli tiket hanya dengan harga sekitar Rp 16 ribu dari tarif ideal hanya sekitar Rp 22 ribu.

Dalam penelitian itu diungkapkan bahwa penentuan tarif angkutan dilakukan tanpa memperhatikan kemampuan masyarakat. Padahal pengguna moda transportasi ini tidak memiliki alternatif lain sebagai alat mobilitas mereka.

Pemerintah setempat diharapkan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam menetapkan harga tiket. Tidak hanya bagi warga Sabang, hal ini juga harus diberlakukan terhadap para pengunjung ke Sabang. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here