Ilustrasi: jurnaba.

rmolaceh Pakar Hukum Pidana dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Dahlan Ali menegaskan bahwa pemerasan terhadap aparat desa masuk tindak pidana umum. Pelaku dapat dijerat dengan pasal pemerasan seperti tertulis dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Jadi, pada prinsipnya, pemerasan itu adalah tindak pidana dan pelaku bisa dipersangkakan atau bisa diminta pertanggungjawaban pidana,” kata Dahlan Ali, Jumat, 9 Juli 2020.

Pernyataan ini disampaikan Dahlan menanggapi dugaan pemerasan terhadap seorang kepala desa di Bireuen. Pelaku adalah seorang yang mengaku bekerja di lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pengawasan korupsi dana desa.

Menurut Dahlan, siapapun yang mengancam, baik itu oknum sipil, pejabat negara, maupun aparat penegak hukum, dapat dijerat dengan pasal pidana. Dia juga menegaskan bahwa memeras adalah bentuk kejahatan yang bisa diancam dengan sanksi pidana jika terbukti melakukan tindak pidana tersebut setelah putusan pengadilan.

“Setiap orang yang melakukan pemerasan itu diancam dengan sanksi pidana. Jadi memang pemerasan itu perbuatan melawan hukum,” ungkapnya.

Namun Dahlan mengingatkan agar seluruh prosedur terkait kasus dugaan pemerasan ini mengedepankan prinsip praduga tak bersalah. Yang berhak memutuskan seseorang itu bersalah atau tidak, kata dia, hanya pengadilan. “Kita enggak boleh langsung memvonis. Itu hak pengadilan,” kata Dahlan.

Kasus dugaan pemerasan ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Besar, Muslim. Dia mengatakan ada sebuah lembaga mengatasnamakan lembaga pengawas dana desa yang malah mengancam dan memeras.

“Pengawasan boleh saja. Tapi jangan mencari kesalahan para kepala desa demi mendapat keuntungan pribadi. Semua orang boleh mengawasi kepala desa dan dana desa,” kata Muslim. “Aparatur desa juga harus bersikap terbuka terkait pengelolaan dana desa. Tidak ada yang ditutup-tutupi.”

Muslim menegaskan bila terdapat kesalahan dalam pengelolaan dana desa, kesalahan itu harus terbukti kebenarannya. Namun dia meminta tidak ada pihak yang mencari-cari kesalahan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here