Salah satu bagian Hutan Leuser. Foto: bbc.

rmolaceh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, berjanji untuk segera mengeluarkan surat keputusan untuk memindahkan kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leusar ke Banda Aceh. Sebelumnya, balai besar ini berkantor di Medan, Sumatera Utara.

“Saya akan segera menetapkan keputusan tentang Balai Besar TNGL yang pelaksaannya nanti akan diselaraskan dengan organisasi KLHK karena ini satu paket,” kata Siti Nurbaya dalam rapat kerja dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin.

Dalam sidang itu, anggota DPR dari Fraksi Gerindra, TA Khalid, meminta kesediaan Menteri Siti untuk memindahkan operasional kantor Balai Besar TNGL. Menurut Khalid, permintaan ini telah disampaikan lewat tiga surat Gubernur Aceh sejak 2015.

Keinginan untuk memindahkan kantor ini untuk mengefektifkan peran Balai Besar TNGL dalam melindungi kawasan itu. Berkantor di Medan, Sumatera Utara, membuat upaya perlindungan dan pengelolaan oleh BBTNGL tidak optimal.

“Keberadaaan Balai Besar TNGL di Sumatera Utara menjadi hambatan bagi pemangku kepentingan di Aceh,” kata Suhaimi, kata aktivis Aceh Green Conservation. “Apalagi 75 persen luas TNGL berada di Aceh, hanya sisanya berada di Sumatera Utara.”

Dikutip dari laman resmi TNGL, penamaan kawasan ini dimulai sejak 1920-an, di zaman pemerintah kolonial Belanda. Pada 6 Maret 1980, pemerintah Indonesia meresmikan 5 kawasan suaka alam (termasuk TN Gunung Leuser) sebagai Taman Nasional melalui SK Menteri Pertanian Nomor 811/Kpts/Um/II/1980.

Beberapa gelar atau status nasional maupun internasional disandang TN Gunung Leuser yaitu Cagar Biosfer (1980), Asean Heritage Park (1984), Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (Warisan Dunia) (2004) dan Kawasan Lindung Nasional (2008). [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here