Jumpa pers KPK terkait penangkapan Bupati Kutai Timur. Foto: rmol.id

rmolaceh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Aly Fikri mengatakan Ismunandar, Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, memasang badan terhadap proyek yang dipesan oleh rekanan. Sementara istrinya, Ence UR Firgasih, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur, mengintervensi penunjukan pemenang terkait pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Keduanya ditangkap KPK bersama 14 orang lainnya dalam sebuah operasi senyap di Jakarta, Samarinda, dan Kutai Timur, Kamis lalu. Mereka, antara lain, adalah Aswandini selaku Kadis PU, Musyaffa selaku Kepala Bapenda, Arif Wibisono dan Hafarudin selaku ajudan bupati, Suriansyah selaku Kepala Bpkad, Deky Aryanto dan Aditya Maharani selaku rekanan.

“Mereka ditangkap terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tahun 2019 sampai dengan 2020,” kata Aly, Jumat, 3 Juli 2020.

KPK mendapati jejak uang yang diserahkan melalui perantara kepada Ismunandar. Selain untuk Ismunandar dan istrinya, uang juga diduga mengalir kepada orang kepercayaan bupati untuk mengintervensi pemenang pekerjaan di Dinas Pendidikan dan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur.

Musyaffa berperan mengatur dan menerima uang dari setiap rekanan yang melakukan pencairan termin sebesar 10 persen dari jumlah pencairan. Sementara Aswandini mengatur pembagian jatah proyek bagi rekanan yang akan menjadi pemenang.

Dalam kasus ini, KPK menemukan uang tunai sebesar Rp 170 juta, buku tabungan dengan total saldo Rp 4,8 miliar dan sertifikat deposito sebesar Rp 1,2 miliar. Buku tabungan milik Musyaffa itu diduga hasil setoran “hadiah” dari rekanan pemenang proyek.

Menurut Aly, terdapat transaksi sebesar Rp 550 juta pada 11 Juni 2020. Uang ini diserahkan oleh Aditya Maharani, rekanan Dinas PU Kutai Timur. Uang lain yang mengalir ke Ismunandar berasal dari Deky Aryanto, rekanan Dinas Pendidikan.

Uang diserahkan kepada Ismunandar melalui Suriansyah dan Musyaffa. KPK juga mendapati sejumlah uang yang disebar di beberapa rekening bank senilai Rp 4,8 miliar. Ismunandar, Suriansyah, Musyaffa dan Aswandini juga menerima uang, masing-masing, senilai Rp 100 juta.

Aditya Maharani adalah rekanan pemerintah dalam mengerjakan sejumlah proyek di Dinas PU. Dia mendapat mengerjakan pembangunan embung senilai Rp 8,3 miliar, pembangunan rumah tahanan Polres Kutai Timur senilai Rp 1,7 miliar. Peningkatan jalan poros senilai Rp 9,6 miliar.

Aditya Maharani juga mengerjakan proyek pembangunan kantor salah satu polsek di kabupaten itu senilai Rp 1,8 miliar. Optimalisasi pipa air bersih Rp 5,1 miliar. Pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan senilai Rp 1,9 miliar. Sedangkan Deky Aryanto adalah rekanan untuk proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur. Dia mengerjakan proyek sebesar Rp 40 miliar. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here