Al-Farlaky: Demi Kemanusiaan, Selamatkan Rohingya

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky meminta otoritas keamanan memberikan izin kepada para pengungsi asal Rohingya untuk turun ke darat. Mereka, kata Iskandar, perlu mendapatkan mendapatkan perawatan kesehatan setelah kapal mereka terapung di Selat Malaka.


"Demi alasan kemanusiaan, kita harus menyelamatkan warga Rohingya ini ke darat," kata politikus Partai Aceh itu, Kamis, 25 Juni 2020.

Hingga saat ini, para pengungsi tidak mendapatkan izin untuk turun ke darat setelah mereka diselamatkan oleh kapal nelayan di Aceh Utara. Padahal, kata Iskandar, mereka harus diperlakukan dengan layak atas nama kemanusiaan.

Apalagi, kata Iskandar, dalam rombongan pengungsi ini, banyak anak-anak dan perempuan. "Kultur kita adalah masyarakat yang memiliki nilai sosial tinggi. Mereka juga saudara kita seagama. Kita pernah mengalami nasib seperti mereka saat konflik mendera Aceh," kata Iskandar.

Sekretaris Komisi V DPR Aceh ini juga berharap pemerintah segera menyampaikan keberadaan para pengungsi Rohingya ini ke badan pengungsian internasional, seperti UNHCR atau IOM, atau badan lainnya yang menangani pengungsi international.

“Tapi sebelum hal itu dilakukan, yang paling utama adalah memastikan kesehatan dan membiarkan mereka turun ke darat sebelum menentukan langkah yang akan diambil untuk mereka,” kata Iskandar.

Sebelumnya, masyarakat di Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, memutuskan untuk menarik kapal yang mengangkut para pengungsi ke pantai. Mereka menarik kapal menggunakan boat mesin yang dipakai untuk melaut sehari-hari.

Sejumlah anggota tim gabungan serta petugas keamanan sempat menghalang-halangi upaya para nelayan itu, namun tidak digubris. Di bawah guyuran air hujan disertai petir, satu per satu pengungsi diturunkan ke darat dan dibawa ke pondok milik pedagang di Pantai Lancok.

Bukan kali ini saja Aceh menyelamatkan para pengungsi asal Rohingya. Sejak konflik di Myanmar, kaum muslim di Rohingya memilih meninggalkan negara mereka untuk menyelamatkan diri dengan menggunakan perahu. Negara tujuan mereka adalah Australia. Namun sering kali kapal yang mengangkut mereka masuk dan terdampar di perairan Aceh. [r]