rmolaceh Wartawan Kantor Berita Antara Biro Aceh, Teuku Dedi Iskandar, berharap keadilan dari Pengadilan Negeri Melaboh. Dia meminta majelis hakim yang menangani perkaranya memvonis para pelaku dengan rasa adil.

Dedi dianiaya empat orang yang kini menjadi pesakitan. Mereka adalah Umar Dani, Darmansyah alias Mancah, T Herizal, dan Akrim. Kasus ini sedang berjalan di pengadilan. Jaksa menuntut mereka, masing-masing, lima bulan penjara.

“Apabila nanti hakim memutus sesuai tuntutan atau bahkan lebih ringan dari tuntutan, saya khawatir ke depan akan kembali terulang hal yang sama. Karena dengan tuntutan yang ringan tersebut sama sekali tidak ada efek jera bagi para pelaku,” kata Dedi, Kamis, 4 Juni 2020.

Menurut Dedi, kejadian kekerasan kepada wartawan termasuk dirinya sebagai korban, sudah mengancam kebebasan pers dan berpendapat. Hal ini juga mengancam proses demokratisasi di Aceh Barat.

“Selain berharap, putusan yang akan dijatuhkan oleh majelis hakim nantinya tidak semata adil bagi pelaku, tetapi juga adil bagi saya selaku korban dan masyarakat. Serta memperhatikan kepentingan kebebasan pers, pendapat dan proses demokratisasi di Aceh Barat, umumnya Aceh,” kata Dedi.

Dedi juga meminta agar majelis hakim bekerja independen dan tidak merasa diintervensi. Setiap vonis harus dijatuhkan atas dasar keadilan, bukan sesuatu di luar hukum.

Dedi dikeroyok di sebuah warung kopi di Meulaboh, Aceh Barat, akhir Januari lalu. Akibat penganiayaan itu, dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Melauboh.

Penganiayaan terhadap Dedi nii erat kaitannya dengan masalah pemberitaan dan persoalan pribadi. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here