Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Kadis Sosial Aceh Al Hudri. Foto: dok

rmolaceh Pegiat media, Hendro Saky, meminta Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, tidak berpolitik. Taqwallah, kata Hendro, harusnya mengedepankan hati nurani terkait penyaluran dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang bersumber dari refocusing APBA 2020.

Menurut Hendro, Pemerintah Aceh menyediakan anggaran besar melalui skema JPS guna menanggulangi dampak covid-19. Namun Taqwallah mengatakan bahwa dana itu baru dapat dicairkan jika Aceh menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Sikap dan pernyataan itu merupakan bentuk ketidakpekaan atas situasi masyarakat saat ini,” kata Hendro, Senin, 1 Juni 2020.

Hendro mencurigai Taqwallah tidak memberikan informasi lengkap kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah terkait pemanfaatan dana JPS. Bahkan Hendro menilai ada upaya menjauhkan Pak Nova dari rakyat Aceh, yang erat kaitannya dengan Pilkada Aceh.

“Saat ini, kesempatan terbaik Pak Nova merebut hati rakyat, di saat masyarakat dalam kondisi terpuruk,” kata Hendro.

Menurut Hendro, pencairan JPS mendesak. Apalagi Pemerintah Aceh memangkas anggaran yang menyebabkan roda perekonomian Aceh tersendat. Hampir tak ada uang APBA beredar di masyarakat. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya, APBA adalah elemen penting dalam menggerakkan perekonomian Aceh.

“Anehnya, ketika anggaran untuk kegiatan dipangkas, kenapa justru anggaran JPS dari APBA 2020 hasil refocusing tidak segera dicairkan. Inikan sangat kontra-produktif,” kata Hendro.

Karenanya, kata Ketua Jejaring Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh ini, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah harus segera mencairkan anggaran JPS untuk meringankan beban ekonomi warga di tengah pandemi corona.

Menurut Hendro, pencairan dana JPS dari APBA 2020 Refocusing akan merangsang perputaran ekonomi. Pembatasan sosial di tiap provinsi, dan juga sejumlah negara, berdampak pada runtuhnya sektor perdagangan dan industri kecil.

“Usulan agar PSBB diberlakukan juga sangat mengancam perekonomian Aceh. Di banyak daerah, kita melihat PSBB menghancurkan sendi perekonomian masyarakat Menyebabkan ribuan pengangguran baru dan memunculkan ancaman keamanan,” kata Hendro. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here