Pelabuhan Balohan, Sabang.

rmolaceh Pemerintah Kota Sabang membuka kembali tempat-tempat wisata dan mengizinkan kapal cepat dan feri Sabang-Banda Aceh beroperasi kembali. Fasilitas dan alat transportasi itu beroperasi dengan tetap memperhatian protokol kesehatan.

“Kapal cepat dan kapal ferry roro beroperasi satu kali pulang-pergi per hari dengan pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal,” kata Kepala Bagian Umum dan Humas Pemko Sabang, Bahru Fikri, Senin, 1 Juni 2020.

Kebijakan itu merupakan hasil rapat bersama unsur Forkopimda Kota Sabang yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Sabang tentang pengaturan aktivitas transportasi penyeberangan dan wisata dalam rangka penanganan COVID-19 di Kota Sabang.

Bagi calon penumpang yang memiliki KTP dan berdomisili di Sabang, dan akan melakukan perjalan dari atau menuju ke Sabang, mereka diwajibkan menjalani tes kesehatan di pelabuhan.

Sementara untuk calon penumpang tidak ber-KTP Sabang, namun masih tercatat sebagai penduduk Aceh, mereka wajib melengkapi diri dengan surat kesehatan yang dikeluarkan dari rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan lainnnya.

“Sedangkan bagi calon penumpang dari unsur ASN, TNI/Polri, pegawai BUMD dan BUMN dan pegawai swasta yang bekerja di Sabang, cukup menunjukkan surat identitas bekerja di Sabang dari instansi masing-masing,” ujar Bahrul.

Calon penumpang yang berasal dari luar Aceh, kata Bahrul, atau memiliki riwayat perjalanan 14 hari sebelumnya dari daerah transmisi lokal Covid-19, maka wajib menunjukkan hasil pemeriksaan kesehatan dari uji sampel swab metode PCR.

Di lokasi-lokasi wisatas, Pemerintah Kota Sabang menerapkan aturan ketat. Seluruh pengunjung wajib menggunakan masker. Penyedia tempat wisata wajib menyediakan sarana cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh.

Begitu juga dengan hotel dan penginapan lainnya, tetap dengan mengedepankan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. “Pengusaha hotel atau penginapan harus melakukan penyemprotan cairan desinfektan setiap hari, physical distancing dan protokol kesehatan Covid-19 harus tetap dijalankan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Tahun ini, jumlah wisatawan ke Sabang, melalui Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, nihil. Padahal, pada Idul Fitri 1440 Hijriah, jumlah penumpang jumlah penumpang ke Sabang mencapai lebih dari 3.000 orang. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here