Anggota Komisi Hukum DPR RI, Nazaruddin Dek Gam.

rmolaceh Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, berharap Kepala Kepolisian Resort Aceh Barat menuntaskan pemeriksaan operasi tangkap tangan (OTT) di Hotel Meuligo, Meulaboh, Aceh Barat, Juni lalu.

Nazaruddin juga berharap agar kasus ini segera dibawa ke pengadilan untuk menyeret orang-orang yang merancang praktik korupsi yang merugikan negara itu dengan modus operandi menggelar bimbingan teknis untuk aparatur desa.

“Saya akan memberikan perhatian terhadap kasus OTT ini, sudah setahun tapi belum ada tanda-tanda kemajuan penanganannya,” kata Nazaruddin Dek Gam, Senin, 1 Juni 2020.

Menurut Dek Gam, lambannya proses hukum kasus ini menunjukkan gelagat tak elok. Padahal, di awal-awal, polisi sepertinya menjadikan kasus ini prioritas. Apalagi, yang dipakai untuk menggelar pelatihan ini adalah uang desa dengan potensi kerugian mencapai Rp 1,7 miliar,” kata Dek Gam.

“Ini kan kasus OTT pertama yang dilakukan oleh kepolisian. Operasi ini juga dilakukan oleh Polres. Dalam OTT itu terdapat oknum anggota LSM dan aparat penegak hukum. Harusnya kasus seperti ini jadi prioritas,” kata Dek Gam.

Dek Gam juga menilai kasus ini merupakan indikator keberhasilan kinerja kepolisian di Aceh barat. Keberhasilan dalam menjerat orang-orang yang terlibat akan menjadi catatan baik. Namun jika mangkrak, yang rusak, kata Dek Gam, adalah kredibilitas Polres Aceh Barat.

Dek Gam berharap agar jajaran Polres Aceh Barat dapat segera menyelesaikan dan melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Meulaboh. Dia juga berpesan agar kepolisian tidak takut menyeret orang-orang penting yang diduga terlibat dalam kasus ini.

“Kepolisian harus serius menuntaskan kasus ini. Ungkap dalang dan siapapun yang terlibat dalam kasus ini. Tanpa pandang bulu,” kata Dek Gam. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here