Anggota Komisi Hukum DPR RI, Nazaruddin Dek Gam.

rmolaceh Nazaruddin Dek Gam, anggota Komisi III DPR RI, berharap Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Muhammad Yusuf menuntaskan kasus tindak pidana korupsi yang mendapat sorotan luas dari publik.

Satu di antaranya, kata Politikus Partai Amanat Nasional itu, adalah dugaan korupsi pembangunan jalan Muara Situlen-Gelombang pada 2018 serta kegiatan bimbingan dan teknis (bimtek) dana desa tahun 2019. Dua kasus itu kini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara.

“Progres penanganan dua perkara ini lamban. Padahal jumlah kerugian negara besar,” kata Dek Gam, Jumat, 29 Mei 2020.

Dek Gam juga meminta agar Kajati baru mengevaluasi kinerja di internal kejaksaan. Dengan demikian, kinerja, kedisiplinan dan integritas pegawai di Kejaksaan Tinggi Aceh terus membaik.

“Jika kinerjanya baik dipromosikan. Jika buruk didemosi,” kata Dek Gam.

Pemberian penghargaan dan sanksi berupa promosi dan demosi bertujuan untuk menciptakan iklim persaingan ynag sehat demi tegaknya supremasi hukum dan SDM yang profesional dalam bekerja.

Dek Gam mengatakan dirinya dan Nasir Djamil, sebagai putra Aceh yang bertugas di Komisi III DPR, siap membantu Kajati Aceh dalam menuntaskan perkara dugaan korupsi dan perkara lainnya.

Menurut De Gam, Muhammad Yusuf adalah sosok yang tepat menggantikan Kajati Aceh yang lama, Irdam, karena sebelumnya bertugas sebagai Wakil Kajati. Dia yakin Yusuf tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dan melanjutkan pembenahan dalam jabatan barunya. .

“Saya sangat yakin Kajati baru tidak memiliki hambatan untuk melakukan konsolidasi, koordinasi dalam mengatasi kendala-kendala internal dan eksternal,” kata Dek Gam.

Selain mendorong akselerasi penanganan kasus, Yusuf juga diharapkan mendorong perbaikan kinerja kejaksaan di bidang intelijen guna membantu pengungkapan dan penuntasan praktik korupsi yang masif.

Menurut Dek Gam, banyak kasus yang tak jelas juntrungnya. Kasus-kasus itu ada yang berasal dari laporan masyarakat di Kejati Aceh ataupun di kejaksaan negeri ada juga hasil temuan petugas kejaksaan.

“Kami di Komisi III siap membantu dan memberikan perhatian agar kinerja Kajati baru lebih baik dan konsisten. Aceh butuh akselerasi penegakan hukum,” kata Dek Gam.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here