Muhammad Nasir Djamil

rmolaceh Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat M Nasir Djamil memuji kinerja Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Pol Wahyu Widada dan jajarannya. Menurut Nasir, langkah kepolisian untuk menangkap orang-orang yang diduga terlibat dalam kasus pengadaan bebek petelur di Aceh Tenggara menunjukkan kepolisian bekerja serius.

“Langkah ini sangat penting untuk mengungkap mafia pengadaan bebek petelur yang merugikan negara miliaran rupiah,” kata Nasir Djamil, Jumat, 29 Mei 2020.

kemarin, penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Aceh memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit ini. Mereka adalah Asbi, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara dan Marhalim sebagai pejabat pembuat komitmen pengadaan bantuan bebek petelur 2019.

sehari kemudian, penyidik memeriksa saksi lain yakni, Muaddin PPK pengadaan bebek petelur tahun anggaran 2018, PPTK serta kontraktor dari CV Beru Dinam. Pengadaan bebek petelur itu bersumber dari Dana Alokasi Umum tahun 2018/2019 sebesar Rp 12,9 miliar.

Menurut Nasir, mereka yang terlibat dalam kasus ini diduga menaikkan harga secara tak wajar. Harga satuan dalam pengadaan ini mencapai Rp 100 ribu per ekor termasuk untuk biaya karantina, transportasi dan lainnya. Padahal, harga satuan di pasaran hanya mencapai Rp 50 ribu per ekor.

Menurut Nasir, mark-up harga pengadaan bebek petelur adalah kejahatan serius. Program ini diharapkan dapat menjadikan Aceh Tenggara menjadi salah satu sentral produksi telur dan produksi telur bebek asin, seperti di Brebes, Jawa Tengah.

Program ini juga diproyeksikan untuk dilaksanakan di sejumlah daerah di Aceh sebagai proyek percontohan. Karena itu, Nasir berharap, di bawah kepemimpinan Wahyu Widada, Polda Aceh cepat menuntaskan kasus ini dan mengungkap dan memproses hukum orang-orang yang terlibat dalam kasus ini. Termasuk aktor-aktor di balik kasus dugaan korupsi ini.

Ditreskrimsus Polda Aceh mengungkap kasus pengadaan bebek petelur di Aceh Tenggara tahun 2018/ 2019 dengan pagu mencapai Rp 12,9 miliar dari dana DAU. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here