Serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh. Foto: dok kejaksaan

rmolaceh Advokat Kasibun Daulay meminta Muhammad Yusuf, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, menuntaskan berbagai kasus-kasus yang mangkrak di lembaga yang dipimpinnya, secepatnya.

“Kajati Aceh yang baru harus fokus menyelesaikan kasus-kasus yang selama ini belum diselesaikan. Ini harus dilakukan untuk mengembalikan ekspektasi publik kepada lembaga penegakan hukum tersebut,” kata Kasibun Daulay, Jumat, 25 Mei 2020.

Selain itu, Pembina Gerakan Advokasi Hukum Hak Azasi Manusia (GRAHAM), itu juga meminta Kejaksaan Tinggi terlibat aktif mengawasi potensi kebocoran anggaran, terutama anggaran yang digunakan untuk menangani covid-19 di Aceh.

Menurut Kasibun, protokol penanganan penyebaran dan penanggulangan dampak C-19 saat ini sangat rentan bermasalah. Menurut dia, diperlukan pengawasan terpadu agar potensi kebocoran itu bisa diminimalisir.

Kasibun juga berharap kejaksaan memaksimalkan fungsi intelijen yustisial dengan mendorong kinerja asisten bidang intelijen dan bidang pidana khusus. Kejati Aceh juga harus melakukan pengawasan terhadap praktik kongkalikong anggaran dan perencanaan dana aspirasi atau program kerja (Pokir) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

“Selama ini penganggaran dan perencanaan pokir berlangsung tertutup dan tidak transparan. Ini perlu pengawasan. Jika dalam praktiknya ditemukan potensi kerugian negara, Kejati Aceh harus benar-benar melakukan tindakan hukum. Jangan ada tebang pilih,” kata Kasibun.

Hari ini, Muhammad Yusuf dilantik menggantikan Irdam sebagai Kepala Kejati Aceh. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Jakarta dengan protokol kesehatan. Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi menyebutkan, prosesi sumpah jabatan tersebut dipimpin oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin di aula Kejaksaan RI.

“Pelantikannya tadi pagi di Jakarta,” kata Munawal, Jumat, 25 Mei 2020. Selain melantik Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Jaksa Agung juga melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan.

Irdam dimutasi sebagai direktur tindak pidana terhadap orang dan harta benda pada Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum. Sementara posisi Wakajati Aceh ditempati oleh Hermanto yang sebelumnya menjabat sebagai koordinator pada Jaksa Agung Muda bidang tindak pidana khusus Kejagung RI. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here