Muannas Alaidid. Foto: twitter

rmolaceh Aliansi Jurnalis Indonesia mengecam politikus Partai Solidaritas Indonesia Muannas Alaidid. Ketua Umum Perhimpunan Cyber Indonesia itu mempidanakan Farid Gaban, seorang wartawan, karena tak suka atas kritik Farid terhadap Menteri UKM Teten Masduki di Twitter.

“Kami menilai apa yang disampaikan Farid adalah bagian dari hak publik menyampaikan kritik kepada pemerintah dan salah satu wujud kebebasan berekspresi yang itu dijamin konstitusi kita yang menyatakan ‘setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat’,” kata Ketua AJI Abdul Manan, Kamis, 28 Mei 2020.

Muannas Alaidid menuduh Farid menyebarkan berita bohong dan menyesatkan melalui media sosial. Sementara Farid mengkritik Teten karena bekerja sama dengan e-comerce Blibli. “Rakyat bantu rakyat; penguasa bantu pengusaha. Gimana nih Kang Teten Masduki? How long can you go?” tulis Farid Gaban.

Karena itu, Abdul Manan mendesak Muannas mencabut laporan tersebut. Dia menilai kritik Farid masih dalam batas wajar. Bahkan Teten, yang dikritik oleh Farid, juga tak mempersoalkan kicauan Farid itu.

Abdul Manan juga meminta polisi untuk tidak memproses pengaduan Muannas terhadap Farid. Polisi, sebagai aparat penegak hukum, wajib melindungi dan menjamin hak warga negara untuk menyampaikan pendapat, seperti dilindungi oleh UUD 45, seperti yang dilakukan Farid.

AJI juga mendesak PSI melakukan pemeriksaan secara internal terkait pelaporan oleh salah satu politikusnya ini. Sebagai partai yang lahir di era reformasi, PSI punya kewajiban untuk ikut menjaga dan merawat nilai-nilai demokrasi.

“Antara lain dengan mendorong kadernya untuk menghadapi kritik terhadap pemerintahan yang didukungnya secara elegan dan menghormati perbedaan, bukan dengan memakai cara pemidanaan,” kata Abdul Manan. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here