Bupati Bener Meriah Tgk Sarkawi.

rmolaceh Bupati Aceh Tengah Shabela Abu Bakar bergegas turun dari kendaraannya sesaat tiba di Pendopo Bupati Bener Meriah, Selasa, 26 Mei 2020. Ini adalah kunjungannya pertama usai memeriksa kehadiran pengawai. Ahlul bait, Sarkawi, Bupati Bener Meriah, menyambut hangat kedatangan serinen-nya itu dengan peluk hangat.

Tak sulit menebak maksud kedatangan Shabela. Sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri, Ahad lalu, Sarkawi menyampaikan kabar pengunduran dirinya dari jabatan sebagai bupati. Shabela mencoba membujuk Sarkawi untuk mempertimbangkan kembali keputusan mundur itu.

Kondisi kesehatan menjadi alasan utama Sarkawi mengundurkan diri. Kepada jamaah Salat Idul Fitri, Sarkawi mengatakan bahwa dirinya ingin fokus memulihkan cedera panjang yang dideritanya bertahun-tahun lalu. Sejumlah metode pengobatan di dalam dan luar negeri juga tak menunjukkan keberhasilan. “Ada lima ruas tulang belakang yang sedang bermasalah. Paling berat ada tiga ruas,” kata Sarkawi.

Permintaan agar Sarkawi mempertimbangkan kembali keputusannya juga disampaikan oleh Partai Keadilan Sejahtera. Ketua PKS Bener Meriah, Yusrol Hana, berharap Sarkawi tetap menjabat sampai akhir periode kepemimpinannya.

“Sudah banyak karya dan bukti yang ditunjukan Tgk Sarkawi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terlebih dalam hal percepatan penanganan covid-19 di Bener Meriah, oleh karena itu kami sangat mengharapkan Abuya Sarkawi tetap menjabat sebagai bupati sampai akhir masa jabatannya,” ujar Yusrol.

Alasan yang mendasar kenapa pihaknya berharap Sarkawi bertahan adalah banyak pencapaian Bener Meriah di bawah kepemimpinannya. Terutama di bidang reformasi birokrasi, pembangunan dan juga nama baik Bener Meriah di tingkat nasional.

PKS merupakan salah satu partai pengusung pasangan Ahmadi – Sarkawi pada Pilkada Bener Meriah 2017 lalu. Selain PKS, ada tiga partai lain yang menjadi pengusung pasangan tersebut yaitu Partai Golkar, PKB dan PDA.

Sebelum meninggalkan Pendopo, Shabela berpesan kepada Sarkawi untuk tidak mundur sebesar apapun tekanan yang dihadapi. “Selaku mitra saya menyarankan itu. Saya saja yang diserang pun tidak mundur,” ujar Shabela.

Shabela meminta Sarkawi mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Dia mengaku mafhum atas tekanan yang dialami koleganya itu. “Tapi kalau tidak ditekan, bukan pemimpin namanya. Intinya saya tetap mendukung Tengku Sarkawi memimpin Bener Meriah sampai selesai,” ujar Shabela. Di sebelahnya, Sarkawi tersenyum sambil mengangguk. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here