Check point di perbatasan Aceh Tenggara-Sumatera Utara.

rmolaceh Puluhan sopir kendaraan pribadi dan angkutan umum dipaksa memutar balik di perbatasan Aceh Tenggara-Sumatera Utara. Mereka tidak bisa masuk ke Aceh setelah pemerintah melakukan pemeriksaan dan memeriksa riwayat perjalanan.

Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani menyebutkan jumlah kendaraan yang dilarang masuk ke Aceh terdiri dari 25 unit mobil pribadi dan 15 unit mobil angkutan umum.

“Sementara jumlah penumpang yang tidak diizinkan masuk ke Aceh Tenggara 87 orang,” kata Dicky, Kamis, 21 Mei 2020.

Dicky juga menyebutkan tim gabungan berjaga di Lawe Pakam, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara. “Petugas memeriksa suhu badan setiap penumpang serta wawancara tentang riwayat perjalanan mereka,” kata Dicky.

Saat ini, kata Dicky, petugas masih menyekat kendaraan di perbatasan Aceh Tamiang, Subulussalam, Singkil dan Aceh Tenggara. Semua angkutan umum jenis apapun dilarang masuk ke Aceh dan mewajibkan penumpang kendaraan pribadi memiliki surat keterangan bebas Covid 19 setelah dilakukan rapid test.

Tindakan ini diambil untuk mengatisipasi penyebaran covid-19 di Aceh. Kepolisian memperkirakan terjadi ledakan arus mudik ke Aceh dan banyak warga Aceh balik setelah bekerja di luar negeri.

Kepolisian juga menilai protokol kesehatan belum maksimal berjalan maksimal di Aceh. Masih banyak masyarakat tidak menggunakan masker saat keluar rumah dan tidak menjaga jarak dalam kehidupan sosial.

Saat ini, kata Dicky, Aceh masih dalam kondisi bukan zona merah. Namun jika arus mudik masuk ke Aceh tidak terkontrol, hal ini berpotensi menyebarkan virus corona di Aceh.

“Maka upaya ini harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid 19 di Aceh,” kata Dicky. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here