Gajah Sumatera di areal perkebunan sawit. Kawasan hutan ini berubah fungsi menjadi perkebunan dan menghilangkan habitat asli gajah. Foto: Azhar/Aceh Indie Foto

rmolaceh Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Nagan Raya mengamankan tujuh orang warga Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur. Mereka diduga terlibat dalam pembalakan liar.

Tujuh warga yang diamankan itu adalah Sp, 50 tahun, ZB (42), Rus(44), H (46), W (43) warga Desa Sidorejo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, dan S (45) Desa Sidorejo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, D (38) warga Desa Suka Ramai Kecamatan Darul Makmur, dan Sulaiman (45) warga Kecamatan Seunagan.

Dari ketujuh tersangka, polisi mengungkapkan pean Sp dan ZB sebagai penebang dan R sebagai pemilik modal. “H, S dan W berperan sebagai pengangkut, dan D sebagai operator alat berat,” kata Kepala Polres Nagan Raya Ajun Komisaris Besar Polisi Risno, Selasa, 19 Mei 2020.

Penangkapan tujuh tersangka tersebut berawal dari informasi warga Sabtu lalu. Dari informasi tersebut, Kasat Reskrim beserta anggota dan Tim KPH V wilayah Nagan Raya menyelidiki lokasi tersebut dan menemukan aktifitas pembalakan.

Kepolisian, kata Risno, memastikan pembalakan itu terjadi di dalam kawasan hutan produksi terbatas. “Petugas menanyakan surat-surat/dokumen kayu tersebut, namun mereka tidak dapat dilengkapi dokumen apapun,” kata Risno.

Akibat perbuatan mereka, polisi menjerat ketujuh tersangka dengan Pasal 12 huruf (c), huruf (e), huruf (G), Pasal 82 Ayat (1) huruf (c), Pasal 83 ayat (1) Huruf (b), Jo Pasal 85 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here