Sabu-sabu. Ilustrasi: cnn indonesia

rmolaceh Kepolisian Resor Aceh Timur mengklaim memusnahkan 45 kilogram sabu-sabu. Ini adalah barang bukti penangkapan lima orang warga Aceh yang diduga sebagai bagian dari jaringan narkoba internasional, April lalu.

“Kelima tersangka diancam pidana mati atau paling lama 20 tahun atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan atau pidana denda 10 miliar (rupiah),” kata Kepala Polres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, Senin, 18 Mei 2020.

Sabu-sabu ini diselundupkan ke Aceh dari Thailand. Mereka ditangkap polisi di Gampong Naleung, Kecamatan Julok, Aceh Timur.

Polisi menyebut mereka bagian dari jaringan narkotika internasional. Polisi sejak lama menguntit aktivitas, di darat dan di laut.

Penangkapan mereka berawal dari informasi dari anggota masyarakat tentang rencana transaksi sabu-sabu. Kepolisian kemudian menyelidiki informasi tersebut dengan membagi tim menjadi dua bagian, satu bertugas mengawasi di darat dan lainnya mengawasi perairan.

“Tim pertama bergerak menuju perairan menggunakan boat. Setelah berada di laut, tim mendapat informasi kelompok tersebut sudah berada di darat,” kata Eko.

Tim laut lantas bergabung dengan tim darat menuju sebuah tambak di Gampong Naleung, Kecamatan Julok. Setelah memastikan kelompok tersebut, tim menggerebek sebuah pondok dan mendapati seorang tersangka, KS, yang membawa satu karung putih berisi 25 bungkusan sabu-sabu.

Kepada petugas, KS menyebutkan ada satu karung lagi yang disimpan BS, tersangka lain. Petugas bergegas mencari BS. Saat diringkus, polisi mendapati satu karung berwarna putih berisikan 20 bungkusan berisi sabu-sabu.

“Dari keterangan KS dan BS, petugas mengamankan tiga tersangka lainnya, yakni AJ, TJ dan JN. Mereka diduga ikut serta membawa sabu-sabu tersebut dari laut ke darat,” kata Eko.

Pantai timur Aceh memang rawan penyelundupan sabu-sabu. Berulang kali, dari garis pantai ini, kepolisian dan bea cukai mengangkap orang-orang yang mencoba memasukkan sabu-sabu ke Aceh.

Penikmatnya juga merata. Mulai dari politikus hingga aparat penegak hukum. Beberapa waktu lalu, Satuan Reserse Narkoba Polres Langsa menangkap tiga orang pengguna sabu-sabu. Satu di antaranya adalah oknum polisi. Pria berpangkat brigadir ini adalah anggota Polres Aceh Timur. Hasil pemeriksaan urine si oknum menyatakan dirinya positif mengandung zat amphetamine.

Bupati Aceh Timur Hasballah Bin M Thaib, di sela-sela acara pemusnahan barang bukti itu, menyampaikan keprihatinan. Menurut dia, Aceh Timur merupakan wilayah besar dan menjadi perlintasan jalur peredaran narkoba karena lautan yang membentang cukup luas.

“Ini memudahkan masuknya barang haram tersebut melalui jalur tikus yang tidak terpantau aparat keamanan,” kata Hasballah.

Untuk itu, Hasballah mengajak semua pihak saling bekerja sama untuk memberikan informasi terkait keberadaan pengedar maupun pemakai sabu-sabu di daerah itu. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here