rmolaceh Dosen Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala berhasil membawa jurnal Studies in English Language and Education (SiELE) untuk terindeks Scopus. SiELE merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan penelitian dan pengembangan di bidang pembelajaran dan pendidikan khusus Bahasa Inggris, linguistik dan sastra umum yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Unsyiah.

SiELE terdaftar untuk dievaluasi ke dalam Scopus pada 29 Mei 2018 oleh ketua editor Yunisrina Qismullah Yusuf dan wakil editornya Faisal Mustafa. Keduanya merupakan dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Unsyiah.

Yunisrina menjelaskan, jurnal ini diulas selama dua tahun. Dalam masa itu, SiELE diulas oleh Scopus Content Selection and Advisory Board (CSAB) dan akhirnya memenuhi kriteria untuk dimasukkan ke daftar indeks Scopus.

Pada tanggal 16 April 2020, kami menerima email dari Scopus yang menyatakan bahwa jurnal SiELE sudah accepted for inclusion in Scopus,” kata Yunisrina, Senin (27/4).

Yunisrina menjelaskan SiELE adalah jurnal akademik peer-review yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Unsyiah. SiELE didirikan pada awal 2014 dan menerbitkan jurnal pertama pada Maret 2014.

Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada Maret dan September. Adapun tim editorial SiELE terdiri para akademisi dari berbagai negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Iran, Thailand, Australia, Swedia, Turki dan Singapura. Para reviewers SiELE juga terdiri dari para ahli di bidang English Language Teaching (ELT) , linguistik dan sastra dari berbagai negara.

Dengan terindeksnya SiELE di Scopus, jelas Yunisrina, maka hal ini memungkinkan tingkat akses metadata jurnal semakin tinggi oleh pengguna. Karena Scopus memiliki fitur: Citation, Networking, Research dan Score sehingga dapat membantu naiknya indeks sitasi jurnal ini dan Unsyiah secara global.

“Hal ini sekaligus menjadikan posisi SiELE sebagai jurnal ilmiah terindeks global bereputasi, setelah pada Maret 2019 lalu diakreditasi oleh Kemenristekdikti dengan peringkat 2 (Sinta 2),” kata Yunisrina.

Semenjak SiELE diterima oleh Scopus, secara otomatis jurnal ini naik ke peringkat 1 (Sinta 1) di website SINTA. Saat ini, SiELE berada di urutan ke 31 di antara 67 jurnal terindeks Scopus di seluruh Indonesia. SiELE memiliki impact 1.13 dengan H-Index 10.

Berdasarkan data di Sinta 1, jurnal SiELE merupakan jurnal yang ke-3 di Indonesia yang terindeks Scopus di bidang ELT (English Language Teaching), setelah Indonesian Journal of Applied Linguistics (Universitas Pendidikan Indonesia) dan TEFLIN Journal (Universitas Negeri Malang).

Scopus sendiri merupakan lembaga pengindeks global bereputasi tinggi yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier. Scopus menyediakan sistem penilaian untuk mengukur dampak signifikan yang dimiliki sebuah jurnal ilmiah secara global.

“Hingga kini, jurnal SiELE merupakan jurnal pertama di Unsyiah yang terindeks Scopus. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak atas pencapaian ini. Semoga jurnal-jurnal lain di Unsyiah juga bisa terindeks Scopus ke depan,” ujar Yunisrina.

Rektor Unsyiah Profesor Samsul Rizal bersyukur atas pencapaian ini. Dia mengaku bangga terhadap penapaian ini dan berharap pencapaian tersebut dapat terus ditingkatkan. Keberhasilan ini, kata Samsul, menunjukkan bahwa kualitas riset dari peneliti Unsyiah dalam bidang humaniora seperti bahasa, linguistik dan sastra telah diakui reputasinya secara global.

“Kajian dalam bidang linguistik ini masih tergolong langka di Indonesia. Maka dengan keberhasilan ini, kita berharap dosen bahasa di Unsyiah bisa semakin termotivasi untuk mengembangkan risetnya, sehingga Unsyiah menjadi rujukan nasional dalam disiplin ilmu ini,” kata Samsul. [r]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here